Tampilkan postingan dengan label HAMA DAN PENYAKIT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HAMA DAN PENYAKIT. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Februari 2016

PENYAKIT MOLER / MULET / INUL PADA TANAMAN BAWANG MERAH



PENYAKIT MOLER / MULET / INUL PADA TANAMAN BAWANG MERAH, Penyakit moler ini mempunyai sebutan bermacam �macam , disetiap daerah mempunyai julukan yang berbeda-beda misalnya didaerah Nganjuk disebut muletatau moler, didaerah lain disebut inul ,ceker ayam  , penyakit ini mula- mula ditandai dengan adanya warna putih pada pangkal batang / bakal umbi tanaman  bawang merah dan kemudian daunnya menjulang tak wajar dan mulai melintir, selanjutnya daunnya rebah dan orak arik tak beraturan .


                             



 Penyakit  moler / mulet ini disebabkan oleh cendawan fusarium oxysporum ,serangan paling parah terjadi saat puncak musim hujan dan terutama pada daun tanaman bawang merah yang terlalu subur.


Berikut ini penyebab tanaman bisa terserang penyakit moler / mulet .

1.     Benih / bibit bawang merah yang kurang sehat

Benih bawang yang sudah terinfeksi penyakit muler / molet  atau benih / bibit bawang merah yang  kurang sehat dapat menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit moler / mulet , untuk itu harus di perhatikan cara  pemilihan bibit bawang merah , bibit bawang merah harus sehat , tidak cacat , padat.



2.     Memilih bibit bawang merah kurang tepat.

Memilih varietas bibit bawang merah harus tepat ,misalnya  jenis bauji harus di tanam saat musim hujan dan jenis thailand harus di tanam pada musim kemarau. 

�Tetapi ada perbedaan sedikit  antara tanah lempung dan tanah pasir  yang di akan ditanamai bawang merah , untuk tanah pasir, benih jenis thailand masih toleran /bisa ditanam pada saat awal musim hujan, yaitu tanam pada bulan  Oktober , Nopember dan awal  desember , sedangkan setelah bulan itu ,tanaman rawan terserang moler / mulet . untuk jenis tanah lempung tidak bisa ditanam benih bawang merah jenis thaiand, walaupun pada awal musim hujan karena tanah lempung menyimpan air dan tidak cepat kering. �


3.     Tanaman bawang merah terlalu subur dan rapat.


                 



Daun yang subur dan jarak tanaman yang rapat akan mudah terserang  cendawan  fusarium oxyporum , terutama pada puncak musim hujan, karena daun sudah terlalu banyak unsur N ( nitrogen ) dan ditambah lagi dengan air hujan yang kaya unsur N ,maka pertumbuhan daun akan over dan tidak di tunjang dengan penguatan batang tanaman sehingga cendawan fusarium oxyprorum  masuk menyerang.

 Cara pencegahannya  :  untuk mencegah agar daun bawang merah tidak terlalu vigor dan rapat  maka pemupukan tanaman bawang merah pada musim hujan harus dikurangi unsur N ( nitrogen ) ,dan di tambahkan  phospat dan kalium,

Sedangkan apabila daun bawang merah sudah terlanjur vigor ,maka penyemprotannya harus ditambahkan fungisida berbahan aktif  Difenokonazol  dan Azoksistrobin  merk dagangnya  Amistartop 325 sc .untuk dosisinya  : 8 ml / 1 sendok makan per 17 liter air untuk awal musim hujan , dan  20 � 25 ml / 2- 3 sendok makan  per 17 liter air pada puncak musim hujan .


                  



Selain itu jangan gunakan dulu fungisida berbahan aktif propinep  (Antracol 70 wp, Agrocol wp , Aurora 70 dll )  karena daun bisa terlalu vigor gantikan dengan fungisida berbahan aktif mancozeb  ( dithane , manzete , indothane dll) .


Demikian penyakit moler/ mulet pada tanaman bawang merah dan cara menanggulanginya. Semoga bermanfat.


PENYAKIT TANAMAN BAWANG MERAH



PENYAKIT TANAMAN BAWANG MERAH, Penyakit yang sering menyerang tanaman bawang merah antara lain:


1.     Bercak ungu / trotol atau bercak alternaria pori.


                        
                      




Penyakit ini disebabkan oleh cendawan  Alternaria Pori  pada umumnya serangan ini ditandai dengan adanya noda putih atau kekuningan pada daun, kemudian melebar dan menyebabkan daun menjadi kering terutama yang paling mencolok pucuk daun atasnya , selanjutnya menjalar dalam waktu  5 � 6 hari tanaman bawang merah akan mati. Penyakit ini menyerang saat udara lembab terutama pada saat musim hujan.

Cara penanggulangannya: semprot dengan fungisida berbahan aktif  Mancozeb  (merk dagang  Dithane,  Manzed,)  dan Iprodium ( merk dagangnya Rovral,  dosisi penggunaanya : untuk penjagaan 1 sendok makan penuh untuk Mancozeb dan 1 sendok makan rata untuk Iprodium,untuk tiap 1 tangki semprot ( 17 liter) , sedangkan untuk tanaman yang telah terserang penyakit dosisinya ditambah menjadi 2 sendok makan .kemudian disemprotkan secara merata.



2.     Antraknosa / lanas / otomatis.


       



Penyakit ini didaerah Brebes disebut otomatis , di daerah Nganjuk di sebut lanas . penyakit ini disebabkan patogen (cendawan Colletotrichum ), serangan terhadap daun bawang merah di tandai dengan bercak putih / lubang pada daun dan agak berlendir / basah dan berbau ,selang 1 hari  daun akan mati dan gugur . penyakit ini termasuk yang paling ganas ,karena dalam tempo 3 hari daun bawang merah akan hancur. Biasanya penyakit in menyerang pada saat puncak musim hujan .

Cara mengatasinya : untuk pencegahannya ,rutin lakukan penyemprotan dengan fungisida bakterisida bahan aktif  seperti Oksitetrasiklin ( merk dagangnya Bactocyn  150 al )dan kasugamisin hidroklorida ( merk dagangnya Kasumin 5/75 WP ) + Benomil( Benlet 50 WP, Benstar 50 WP)

Dosisinya : untuk pencegahan 1 sendok makan ,sedangkan bila sudah terserang tambahkan 2 � 4 sendok makan tiap 1 tangki semprot / 17 liter. disemprotkan pagi  dan sore hari.

Perlu diingat bila setelah hujan , daun bawang merah mengeluarkan bau yang tajam ,itu berarti daun bawang terserang otomatis / lanas  , segera lakukan penyemprotan saat itu juga , jangan sampai di tunda besok, karena penyakit ini sangat ganas.



3.     Penyakit layu bakteri

Penyakit ini menyerang tanaman bawang merah di segala umur , cirinya bawang merah tampak layu pada pagi hari dan setelah pengairan , penyakit ini menyerang dari akar tanaman , tanaman akan layu mati dan akarnya mengeluarkan bau busuk.

Cara penanggulanganya : gunakan fungisida bakterisida sistemik berbahan aktif seperti Oksitetrasiklin( merk dagangnya Bactocyn  150 al )dan kasugamisin hidroklorida ( merk dagangnya Kasumin 5/75 WP)  di tambah fungisida sistemik ( Score  250 EC ) agar cepat meresap kejaringan tanaman . Dosis pemakaiannya : 2 � 3 sendok makan penuh dan 1- 2 sendok penuh untuk  Score 250 EC. Tiap 1 tangki semprot / 17 liter air.



4.     Penyakit Embun Bulu





Penyakit ini menyerang daun bawang merah pada saat udara lembab ,curah hujan tinggi, berkabut. Penyakit ini menempel pada daun bawang merah membentuk spora tampak seperti embun menutupi daun, tetapi lama kelamaan akan menginveksi daun dan masuk ke batang / umbi menyebabakan busuk.

 Cara penangulangan : semprot dengan fungisida berbahan aktif Tiram ( Tiflo 80 WP, Ziplo 90 WP) ditambah Mancozeb ( Dithane 80 WP , Manzed 80 WP, Detazeb 80 WP)
Dosis pemakaiannya  : 2- 3 sendok makan penuh, tiap 1 tangki semprot / 17 liter air.


                          


5.     Penyakit  Mozaik ,Moler / Ceker ,/Mulet



         



Penyakit ini menyerang daun bawang merah , gejalanya ditandai dengan pangkal daun berwarna putih agak melengkung dan vigor kemudian daunnya bergelombang  rebah berantakan , biasanya tanaman terlalu vigor dan menyerang saat musim hujan , penyerangan bisa merusak 100% tanaman bawang merah dalam waktu 2 minggu.

Demikian beberapa penyakit yang menyerang tanaman bawang merah.semoga bermanfaat.


HAMA GRANDONG / LALAT PENGGOROK DAUN PADA BAWANG MERAH.


  



HAMA GRANDONG / LALAT PENGGOROK DAUN  PADA TANAMAN BAWANG MERAH, Hama ini dikenal dengan nama grandong  seperti dalam serial tv Mak lampir , karena sangat ganas maka petani menamai hama ini dengan sebutan grandong. Hama ini sejenis lalat yang meletakkan telur di daun pada setiap tanaman. Hama ini  juga disebut leaf miner ,telur yang diletakkan didaun  menetas dan menjadi larva  lalu memakan jaringan daun bagaian dalam  dan membuat terowongan, daun tanaman tampak bergaris � garis putih .





 Gejala pertama yang terlihat pada daun adalah adanya titik-titik kecil putih pada daun bawang merah selang 3 hari, bintik putih akan menjadi garis dan melebar kemudian akan memenuhi daun bawang merah dan akhirnya daun rebah lalu kering dan mati. Selain menyerang tanaman bawang merah hama grandong / lalat penggorok daun / leaf miner  juga menyerang segala tanaman hortikultura seperti : tanaman gambas ,sawi /pockcay , melon, mentimun dll.


                    




Cara mengatasi / penanggulangannya antara lain :

1.     Untuk menanggulangi / membasmi lalatnya

        Membasmi lalat dengan cara jebakan

Untuk lalatnya perlu dipasang jebakan yaitu dengan botol bekas lalu diolesi dengan lem dan di pasang di samping tanaman atau dengan memasang lampu penerangan di sawah dan bagaian bawah lampu diberi nampan/ ember atau timba yang diisi dengan air dan oli yang nantinya lalat yang terbang disekitar lampu akan jatuh dan masuk kedalam ember / timba.






        Cara membasmi lalat dengan pestisida

        Untuk membasmi lalat dengan pestisida gunakan insektisida berbahan aktif  Imidakloprit dosisinya 2 sendok makan / 25 gram per 17 liter air.juga bisa dengan Abamectin, dosisinya � sendok teh per 17 liter air.


                





2.     Untuk membasmi larvanya

        Membasmi larvanya dengan insektisida

Gunakan insektisida berbahan aktif Abamectin  ( demolish , Agrimec ) dosisinya : � sendok teh tiap 17 liter air ( tangki sprayer)


        Membasami larva dengan deterjen

Untuk membasmi larva leaf miner/ grandong  tanaman hortikultura pada tanam di pot /polibag di rumah bisa gunakan  mouthwash (obat kumur ) Listerin 1 sendok di campur dengan deterjen, kemudian dicampur dengan air sampai merata dan disemprot kan dengan alat semprot kecil . karena tanaman dalam jumlah  sedikit , dengan menggunakan deterjen dan listerin sudah dapat menanggulangi.



                      



Demikian tentang  hama grandong / lalat penggorok / life miner dan cara penanggulanganya .semoga bermanfaat .




HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN MENTIMUN



HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN MENTIMUN,  Hama yang sering menyerang tanaman mentimun antara lain :


1.     Semut merah


             

                         
Semut merah menyerang biji mentimun yang baru di tanam dengan cara membawa keluar dari lubang dan memakannya .cara mengatasinya : sebelum icir / penanaman , biji harus di campur dulu dengan Insektisida bahan aktif Karbosulfan yaitu Marshal 5 g .dengan dosis 5 gram per 5 pack / sachet.



2.     Uret / gayas / embuk



                



Hama ini menyerang tanaman mentimun saat tanaman mulai tumbuh dan mengeluarkan akar, yang diserang adalah akar tanaman kemudian batang yang ada dalam tanah , sehingga tanaamn layu dan mati.
Cara penanggulangannya : taburkan insektisida berbahan aktif karbofuran (Furadan ,Sidafur dll)  dengan dosis 14 kg / ha pada akar tanaman atau dicampur saat pemupukan.



3.     Ulat tanah  (Agrotis ipsilon )

              


Ulat tanah berwarna hitam menyerang akar tanaman mentimun dengan memakan akar dan batang sehingga menyebahkan layu dan mati , biasanya menyerang saat malam hari .
Cara penanggulangannya : gunakan  Insektisida tabur berbahan aktif Fipronil  ( Regent 0.3 g ) taburkan bersama dengan pemupukan atau dikocorkan dengan air.



4.     Penggorok daun / Lalat daun


   



Hama penggorok daun berasal dari lalat Liriomiza yang meletakkan telurnya dengan menyuntikkan kedalam jaringan daun , selang 3 hari telur menetas dan menjadi larva yang memakan jaringan daun ,daun mentimun terlihat seperti garis putih ,lama-lama akan melebar dan selanjutnya kering dan mati.serangan seperti juga pada tanaman bawang merah




5.     Cabuk / kutu hitam

Cabuk / kutu hitam menyerang daun mentimun dengan menyerap sari makanan lewat tulang daun tanaman mentimun , daun akan tampak kuning kemudian layu dan mati. Biasanya hama ini menyerang saat puncak musim kemarau.
Cara penanggulangannya : gunakan insektisida berbahan aktif Imidakloprit  ( Interprit ,klapindo ) dan Fipronil ( regent 0.3 g )di semprotkan pada daun dengan dosis 2 sendok makan  tiap 17 liter air. Cara penyemprotannya : dari atas dan bawah daun.


6.     Kutu putih / aphis


          



Kutu putih menyerang daun mentimun sama persih dengan cabuk tetapi kutu putih mengisap cairan pada daun bagain dalam , kutu putih menyerang tanaman mentimun saat musim hujan maupun kemarau.
Cara penanggulangannya: semprot dengan insektisida berbahan aktif Imidakloprit  dengan dosis penyemprotan  2- 3 sendok makan tiap tangki semprot ( 17 liter air ),cara penyemprotannya dari balik daun atau daun bagaian dalam.

7.     Kumbang pemakan daun / oteng-oteng

Hama ini menyerang daun dan bunga mentimum , daun akan berlubang dan memakan tunas muda juga ,sehingga daun dan tunas akan hilang dan tidak berkembang. Cara  penanggulangannya : semprot insektisida bahan aktif  Karbaril  (Sevin 85 sp ,Indovin 85 sp )  dan  Abamectin ( demolish , agrimec )


8.     Tungau

Tungau juga menyerang tanaman mentimun , biasanya serangan terjadi pada puncak musim kemarau saat udara panas dan lembab, tungau menyerang dengan menghisap cairan pada batang dan daun tanaman mentimun, sehingga tanaman akan layu dan mati. Cara penanggulangannya : semprot dengan insektisida bahan aktif  propargit ( omite 570 ec )  dengan dosis  15 � 20 cc per tangki semprot ( 17 -18 liter ) jangan sampai lebih bisa menyebabkan daun kering.


Demikian tentang hama yang menyerang tanaman mentimun .semoga bermanfaat.


HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PADI



HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PADI , Jenis hama yang sering menyerang tanaman padi antara lain:

1.     Ulat penggerek batang

                        


Ulat penggerek berasal dari telur larva  yang diletakkan dianakan padi kemudian setelah menetas masuk kedalam batang memakan batang pada tanaman padi yang masih muda dan lunak, ulat ini memotong batang padi bagain dalam sehingga tanaman akan terlihat kering. Umur tanaman yang diserang  bervariasi dari tanaman umur 15 - 60 hst keatas.

Cara pengendalianya : apabila pada sore hari terlihat banyak kaper / larva di tanaman padi ,segera lakukan penyemprotan dengan menggunakan insektida kontak dan sistemik sebelum bertelur dan menetas pada batang padi. Insektisida yang di gunakan  berbahan aktif  Klorantraniliprol  (Prevathon 50 sc , Virtako 300 sc ) + Metomil  ( lannate 20 wp  yang hijau)



2.     Ulat daun


                



Ulat daun menyerang tanaman padi pada tanaman usia muda bahkan saat dipersemaian , ulat daun memakan daun padi sampai tinggal tulang daunnya ,serangan yang hebat terjadi pada tanaman padi  musim kemarau.
Cara pengendaliannya : semprot menggunakan insektisida berbahan aktif  Beta siflutrin  ( Buldog  25 ec , Napir plus 150 ec ,Sumo 50 ec )



3.     Walang hijau


              



Hama walang hijau menyerang daun dan batang yang muda pada tanaman padi dan juga anakkan padi sehingga padi tidak berkembang ,hama ini biasanya merajalela saat tanama padi gadhu atau padi ke -2.

Cara penaggulangannya : semprot menggunakan insektisida berbahan aktif  sipermetrin ( Rizotin 100 EC , Genius 100EC , Basma 200EC )



4.     Walang sangit






Hama walang sangit menyerang bakal bulir padi yang masih berbentuk cairan atau saat masak susu dengan cara menghisap nya sehingga buah / bulir  padi akan berwarna kehitaman bahkan kosong .

Cara penanggulanganya : semprot dengan inektisida berbahan aktif  Profenopos  ( Biocron 500 CE ,cammacron 500 EC , Curracron 500 EC)


5.     Wereng  coklat

Hama wereng coklat biasanya menyerang tanaman padi pada batang tanaman dengan menghisap cairan ,sehingga tanaman terlihat seperti terbakar atau puso dan mati , hama wereng coklat juga menularkan jenis penyakit lain.

Cara penanggulangannya: gunakan insektisida sistemik berbahan aktif
Profenopos  ( Biocron 500 CE ,cammacron 500 EC , Curracron 500 EC) + Dimehipo  ( Spontan 400 SL, Kempo  400SL )



6.     Lembing hijau  / kepik hijau


                 



Hama lembing hijau menyerang tunas padi dan bulir padi yang masih muda ,hama ini tidak menyebabkan tanaman mati, tetapi tanaman menjadi kerdil ,tidak tumbuh  karena menyerap cairan buah padi muda dan tunas daun ,padi yang dihasikan akan cacat berwarna gelap dan mudah pecah bila di lakukan penggilingan.
Cara penanggulangannya gunakan insektisida berbahan aktif  Tiametoksan ( Aktara 25 wg ) + Abamectin ( demolish 80 )



7.     Hama sudep dan hama beluk

Hama ini berasal dari kuku-kupu kecil putih yang meletakkan telurnya di balik daun padi yang masih muda dan kemudian menetas menjadi ulat perusak tanaman  perbedaan hama sundep dengan beluk :

 Hama sundep :Ulat perusak menyerang daun padi yang muda lalu menguning dan mati ,waluapun batang bagaian bawah masih hidup,dan dapat beranak tetapi tidak dapat menumbuhkan daun .

Sedangkan hama beluk  : ulat perusak tanaman menyerang tanaman padi yang sedang bunting ,sehingga pada waktu padi keluar akan kering dan kosong.
Cara penanggulangannya: semprot dengan insektisida sistemik berbahan aktif  Klorpenapir  (Arjuna 200ec ,Sagripas 250  /37 sc dll ) + score 250 ec



8.     Burung pipit






Hama burung menyerang ketika tanaman terlalu awal atau terlalu mundur juga pada padi tanam ke dua gadhu, karena sedikit yang menanam maka hama burung bergerombol menjadi satu menyerang tanaman padi yang ada.
Cara penanggulangannya : waktu  tanam padi harus serempak  bila tidak ,harus dibuatkan jaring untuk melindungi padi dari serangan burung.



Demikian  hama yang sering  menyerang tanaman padi . semoga artikel ini bermanfaat.


Sabtu, 26 September 2015

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN KACANG TANAH



HAMA DAN PENYAKIT KACANG TANAH, Tanaman kacang tanah adalah tanaman yang mudah tumbuh di semua media tanah dan mempunyai perawatan yang cukup sederhana termasuk penaNggulangan hama dan penyakit , berikut ini adalah hama yang biasanya menyerang tanaman kacang tanah:


HAMA PADA TANAMAN KACANG TANAH.


1.     Uret / Embuk


            
                 

Hama uret atau embuk menyerang tanaman dari dalam tanah dengan cara memakan akar tanaman sehingga menyebabkan lalyu dan akhirnya mati.
Cara penanggulangannya: dengan menyebarkan obat anti hama yaitu regent/ furadan pada akar tanamn bersamaan dengan pemupukan.



2.     Ulat grayak dan ulat daun




                  

Menyerang daun muda dan tunas pada kacang tanah sehingga tanaman tidak dapat trubus / bersemi.
Cara penanggulangannya semprot dengan insektisida buldog, curacron ,niagara, arjuna dll


3.     Ulat  tanah  ( agrotis  ipsilon)




                              



Hama ini menyerang bagaian akar tanaman menyebabkan suplai sari makanan terhenti selanjutnya layu dan mati, ulat tanah menyerang disaat matahari mulai tenggelam pada malam hari.
 Cara penanggulangannya  : taburkan furadan / regen ke tanah bersamaan dengan pemupukan atau disebarkan tersendiri takarannya 12 kg / ha.


4.     Ulat Jengkal

Ulat jengkal berwarna hijau muda menyerang daun pada tanaman  kacang tanah , menyebabkan daun berlubang � lubang , pada serangan hebat dapat menghabiskan seluruh daun kacang tanah.
Cara penanggulangannya : semprot dengan insektisida berbahan aktif  klorfenafir, sipermetrin ,dll


5.     Hama kutu putih

Hama kutu putih menyerang daun kacang tanah dengan menyerap sari makanan di daun bagaian dalam , sehingga pertumbuhan terganggu dan menjadi kerdil.
Cara penanggulangannya : semprot dengan insektisida berbahan aktif Imidakloprit  ( merk dagang : interprit , convidor, avidor ,dll) dan abamectin  ( merk dagang : demolish, d�mectin, dll)


6.     Cabuk / jenis kutu � kutuan

Hama cabuk seperti kutu putih tapi berwarna hitam menyerang tanaman kacang tanah dari balik daun dengan menyerap nutrisi makanan dari tulang daun.
Cara penaggulangan nya seperti diatas, semprot dengan insektisida berbahan aktif Imidakloprit di tambah dymethipo.

Demikian hama  yang biasanya menyerang tanaman kacang tanah  yang dapat saya tulis disini semoga bermanfaat ..

 Untuk penyakit yang menyerang tanaman kacang tanah bisa baca di sini atau  di penyakit tanaman kacang tanah

Artikel terkait: