Sabtu, 14 Februari 2015

CARA MENANAM DAN BUDIDAYA MENTIMUN



SEKILAS TENTANG TIMUN/MENTIMUN

    Menanam / budidaya Mentimun ,Timun/Mentimun ( cucumis satifus  ) adalah tumbuhan yang merambat ,menjalar menghasilkan buah  warna hijau lonjong/memanjang yang dapat dimakan langsung , untuk lalapan ataupun sayuran.Ketimun masuk dalam suku labu-labuan (Cucurbitcae) yang dapat hidup diberbagai musim  dan dataran rendah sampai dataran tinggi hingga mencapai ketinggian 1500 dpl,suhu udara 20 -  32 derajat Celsius.

     Tanaman mentimun  adalah tanaman yang rentan terhadap penyakit sehingga memerlukan perawatan yang teliti dalam pembudidayaannya.timun tumbuh subur  ditanah gembur yang banyak mengandung bahan organic  ph tanah 5,7- 7 drainase yang baik, pencahayaan matahari yang optimal 8 jam per hari.

             



PENANAMAN MENTIMUN 


PERSIAPAN LAHAN

    Tanah digemburkan dengan di cangkul/di bajak sedalam 20cm - 30cm .tebarkan bokasi/kompos dari kotoran ayam  sebanyak 5 ton /ha. ,kemudian dibuat bedengan dengan tinggi 25cm � 30cm, lebar  bedengan  80cm � 90cm ,jarak bedengan  50cm � 60cm. permukaan bedengan dibuat melengkung  agar mulsa dapat menutupi bedengan dengan rapat.Kemudian pasang mulsa pada bedengan  dengan ukuran  110cm � 120cm.Mulsa berfunsi untuk menjaga kelembaban tanah,memantulkan cahaya matahari ke buah/ tanaman agar tetap bersih dari embun dan air hujan.


PEMILIHAN BIBIT MENTIMUN

    Pilih bibit mentimun yang sesuai dengan iklim,cuaca serta varietas yang baik, agar memudahkan perawatan dan mendapatkan hasil yang memuaskan .Ciri-ciri bibit yang bagus antara lain: warna biji cerah, padat berisi , biji utuh tidak berlubang.

PENANAMAN MENTIMUN

     Buatlah lubang pada bedengan  sekitar 10cm dari tepi mulsa, jarak antar lubang 50 -60cm.Sebelum ditanam biji dicampur/ aduk dengan insektisida Karbosulfan dengan dosis 25g/3kg bibit.  Masukan  biji ketimun kedalam lubang  pada mulsa yang telah dibuat tadi ,tiap tiap lubang  diisi dengan 2 butir biji ketimun, kemudian tutup dengan sedikit tanah.


          Gb.2: Penanaman Mentimun  dengan jarak 60cm dan tanaman  5 hst.


PEMUPUKAN MENTIMUN


       Pemupukan dasar                                                                                                                                         
    Pemupukan ini dilakukan pada saat olah tanah sebelum bedengan dikerjakan ,agar pupuk dasar terpendam dalam bedengan. Komposisinya : Phonska 120 kg/ha,  ZA 150 kg/ha, phospat 100 kg/ha.

Pemupukan lanjutan   1  

    Pemupukan ini dilakukan pada saat tanaman umur 7 hst � 30 hst ,dengan cara  campuran air dan pupuk dikocorkan kelubang  tanaman dengan takaran 200ml � 250 ml setiap lubang tanaman. Komposisi : NPK  35 � 45 kg/ha,insektisida berbahan aktif karbofuran 7kg/ha.pemupukan ini dilakukan 1 minggu sekali Untuk pemupukan minggu 2,3,4, sudah tidak memakai  Insektisida,  fungsi  insektisida  untuk membasmi  hama yang ada didalam tanah

Pemupukan lanjutan 2

    Pemupukan dilakukan pada saat tanaman umur 30 hst dan seterusnya .  komposisi : NPK  280 kg/ha atau campuran Phonska + ZA  300 kg/ ha .
  Cara pemupukan : tanah ditugal sedalam 5cm pupuk dimasukan kedalm lubang kemudian ditutup dengan tanah. Jarak pupuk dengan batang tanaman sekitar 5 cm. pemupukan dilakukan dengan interval 7- 10 hari.


PEMELIHARAAN MENTIMUN

    Penyiangan dan pembersihan gulma dilakukan 2 minggu sekali.  Pada waktu musim hujan tidak diperlukan penyiraman ,Waktu musim kemarau Penyiraman dilakukan 1 minggu sekali atau apabila tanah bedengan terlihat kering dan juga setelah pemberian pupuk  .  caranya  parit dialiri air 1/2 dari tinggi bedengan. Pemasangan tajuk dilakukan ketika tanaman berumur 7  hst .Tinggi tajuk 150cm � 200 cm agar batang dan daun dapat berkembang dengan baik.Tali /gawar dipasang untuk  menghubungkan 1 tajuk dengan yang lain berfungsi sebagai media perambatan tanaman.


                                   Gb.3: Tanaman Mentimun  umur 45 hst

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN MENTIMUN

     Hama yang terdapat pada tanaman Mentimun antara lain :Ulat bunga (Maruca testualis),   lalat kacang (Ophiomya Phaseloli Tryon)),  kutu daun  ( Aphis cracivora Koch)  Ulat grayak (spodoptera litura),penanggulangan semprot dengan insektisida ber bahan aktif :Abamectin,Imidakloprit,Sipermetrin.

     Penyakit yang menyerang tanaman Mentimun antara lain: Bercak daun (Cescospora sp), Layu bakteri (Pseudomonas solanacearum),Antraknos, Layu Fusarium ( Fusarium oxysporum). Penanggulangan semprot dengan fungisida berbahan aktif : Mankozeb,Propinep,Oksitetrasiklin.


PEMANENAN MENTIMUN

   Tanaman Mentimun mulai dapat di panen umur 35 hst .Buah yang siap dipetik berwarna hijau pudar/keputih putihan .panen dilakukan dengan interval 2-3 hari.panen dapat dilakukan sampai 18 x panen dalam satu kali budidaya, tergantung jenis ,musim, varietas dan perawatan. 




        Gb. 4:  Buah Mentimun siap dipetik dan hasil panen yang melimpah.

Demikian cara menanam / budidaya mentimun .semoga bermanfaat.

artikel terkait : hama dan penyakit tanaman mentimun

Jumat, 13 Februari 2015

CARA MENANAM / BUDIDAYA KACANG PANJANG


TENTANG KACANG PANJANG

       Menanam / budidaya kacang panjangKacang panjang atau Vigna Sinensis  ( long bean ) merupakan tanaman jenis sayuran yang dapat dimanfaatkan buah dan  daunnya sebagai lalapan maupun sayur  pendamping lauk.

        Kacang panjang dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi  antara 0 � 1000 meter dpl .dengan kondisi tanah yang ber humus , tanah lempung yang mempunyai kandungan unsur hara , ph tanah antara 5,5 � 6,7 Suhu yang baik untuk pertumbuhan sekitar 20 � 28 derajat  celcius. Curah hujan dengan intensitas  600 mm � 1500 mm/ tahun.

PENANAMAN KACANG PANJANG

PERSIAPAN LAHAN

      Tanah digemburkan dengan dicangkul/dibajak sedalam 20cm � 30cm,bokasi ditaburkan dengan takaran 5 ton /ha ,kemudian dibuat bedengan dengan tinggi 25cm � 30cm, lebar  bedengan  80cm � 90cm ,jarak bedengan  50cm � 60cm. Jarak bedengan / kalen berfungsi untuk  jalan,di waktu perawatan ataupun pemanenan selain untuk drainase.permukaan bedengan dibuat melengkung ,kemudian bedengan ditutup mulsa/plastic.Ukuran mulsa/plastic  110co � 120 cm. Mulsa berfungsi menjaga kelembaban tanah.



            
                    Gb.1 pembuatan bedengan serta pemasangan mulsa.


PEMILIHAN  BIBIT KACANG PANJANG

            Pilih bibit kacang panjang yang masih bagus, warna cerah,tidak kisut,tidak berlubang .Pemilihan bibit yang tepat dapat memudahkan perawatan dan memberikan hasil panen yang melimpah


                         
                              Gb.2 tampak benih kacang panjang yang bagus

                                                        
PENANAMAN KACANG PANJANG

         Buatlah lubang pada bedengan  sekitar 10cm � 15cm  dari tepi mulsa, jarak antar lubang 60cm.Sebelum ditanam biji dicampur/ aduk dengan insektisida Karbosulfan dengan dosis 25g/3kg bibit.  Masukan  biji kacang panjang kedalam lubang dengan pola 2 : 3.yaitu lubang satu 2 butir biji kemudian lubang kedua 3 butir  biji, lubang ketiga 2 butir biji begitu seterusnya.kemudian tutup dengan tanah.





   
       Gambar 3. lubang bedengan dengan jarak 60cm dan kacang panjang  umur 4 hst.


PEMUPUKAN KACANG PANJANG

Pemupukan dasar                                                                                                                                          pemupukan ini dilakukan pada saat olah tanah sebelum bedengan dikerjakan ,agar pupuk dasar terpendam dalam bedengan. Komposisinya : Phonska 120 kg/ha,  ZA 150 kg/ha, phospat 100 kg/ha.
Pemupukan lanjutan   1
        Pemupukan ini dilakukan pada saat tanaman umur 7 hst � 35 hst ,dengan cara  campuran air dan pupuk dikocorkan kelubang  tanaman dengan takaran 200ml � 250 ml setiap lubang tanaman. Komposisi : NPK  35 � 45 kg/ha,insektisida berbahan aktif karbofuran 7kg/ha.pemupukan ini dilakukan 1 minggu sekali. Untuk pemupukan minggu 2,3,4,5 sudah tidak memakai insektisida .               fungsi  insektisida  untuk membasmi  hama yang ada didalam tanah.
Pemupukan lanjutan 2
            Pemupukan dilakukan pada saat tanaman umur 35 hst dan seterusnya .  komposisi : NPK  280 kg/ha atau campuran Phonska + ZA  300 kg/ ha .
  Cara pemupukan : tanah ditugal sedalam 5cm pupuk dimasukan kedalm lubang kemudian ditutup dengan tanah. Jarak pupuk dengan batang tanaman sekitar 5cm. pemupukan dilakukan dengan interval 10 � 15 hari.


PEMELIHARAAN KACANG PANJANG

           Penyiangan dan pembersihan gulma dilakukan 2 minggu sekali.  Penyiraman dilakukan 2 minggu sekali setelah pemberian pupuk  atau apabila tanah bedengan terlihat kering.  caranya  parit dialiri air 1/2 dari tinggi bedengan. Pemasangan tajuk dilakukan ketika tanaman berumur 15 hst .Tinggi tajuk 150cm � 200 cm agar batang dan daun dapat berkembang leluasa.Memasang tali/gawar untuk menghubungkan antar tajuk untuk perambatan tanaman.



                    
                              Gb.4 kacang panjang dengan tajuk yang kokoh


HAMA DAN PENYAKIT KACANG PANJANG

          Hama yang terdapat pada tanamankacang panjang antara lain :Ulat bunga (Maruca testualis)  lalat kacang (Ophiomya Phaseoli Tryon),  kutu daun  ( Aphis cracivora Koch)  Ulat grayak (spodoptera litura),penanggulangan semprot dengan insektisida ber bahan aktif :Abamectin,Imidakloprit,Sipermetrin.
           Penyakit yang menyerang tanamankacang panjang antara lain: Bercak daun (Cescospora sp), Layu bakteri (Pseudomonas solanacearum),Antraknos, Layu Fusarium ( Fusarium oxysporum). Penanggulangan semprot dengan fungisida berbahan aktif : Mankozeb,Propinep,Oksitetrasiklin.


PEMANENAN KACANG PANJANG

           Kacang panjang mulai dapat di panen umur 45 hst .Buah yang siap dipetik berwarna hijau pudar.panen dilakukan dengan interval 2-3 hari.panen dapat dilakukan sampai 20 x panen dalam satu kali budidaya, tergantung jenis  varietas dan perawatan.




   
              Gb.5   Kacang panjang siap panen dan siap dipasarkan.


Semua isi dari artikel cara menanam / budidaya kacang panjang  adalah pengalaman penulis ,semoga dapat diambil manfaatnya�.


Artikel terkait:



CARA MENANAM / BUDIDAYA BAWANG MERAH DI MUSIM PENGHUJAN



SEKILAS TENTANG  TANAMAN BAWANG MERAH 

       Menanam / budidaya bawang merah ,Tanaman bawang merah dapat tumbuh di ketinggian  2  hingga 1200 m dpl, tempat terbuka tanpa naungan ,memerlukan sinar matahari minimal 8 jam per hari, Suhu optimum untuk perkembangan berkisar 25-32 derajat celcius.Memerlukan  angin semilir untuk mengatur kelembaban tanah,, bawang merah tumbuh baik pada tanah subur,,banyak mengandung bahan organik, jenis tanah lempung berpasir, pH 5,7-7, drainase yang baik.(memerlukan air yang  banyak tapi tidak suka air mengenang/becek).






           Gb.tanaman bawang merah tumbuh subur didataran rendah maupun tinggi


 
TEKNIS MENANAM/ BUDIDAYA BAWANG MERAH DI MUSIM HUJAN


  PENGOLAHAN LAHAN

        Persiapan tanam bawang merah , Lahan digemburkan dengan cara dibajak atau dicangkul sedalam 20 -30 cm, kemudian dibuat bedengan setinggi 25-35 cm, lebar 70-80 cm, jarak antar bedengan 40-50 cm. sebelum di buat bedengan  tanah ditaburi bokasi Dengan takaran 3 ton/ ha ,dolomit  0,5 � 1 ton /ha , ditambah dengan SP dan NPKsebagai pupuk dasar,SP dan NPK diaduk  sampai merata ditaburkan  kira- kira dengan takaran 2,5 kwintal � 3 kwintal per hektar.Setelah itu proses pembedengan dilakukan  maka bokasi dan pupuk dasar dapat  terpendam dalam bedengan, Selanjutnya bedengan diberi mulsa /plastic  bagaian tengahnya ,lebar mulsa sekitar  20cm � 25 cm .Mulsa berguna untuk mengatur kelembaban dan memantulkan sinar matahari ke daun  bawang merah agar tetap bersih dari embun  dan air hujan



             Gb.Tampak  bedengan bawang merah sebelum dan sesusah dipasang mulsa


.
PERSIAPAN BENIH BAWANG MERAH

Benih bawang merah yang dibutuhkan pada musim penghujan adalah jenis bauji/ lokal ,Perhatikan'' Cara memilih bibit bawang merah''

        Bibit telah di simpan selama 2 bulan setelah panen( untuk jenis bauji/ lokal), umbi mempunyai titik-titik tumbuh akar atau telah muncul tunas-tunasnya. Dan ditandai dengan warna merah pudar /kawak dan padat  berisi (tidak kisut).  Selain itu umbi bibit juga harus berasal dari tanaman yang sehat dan dipanen pada usia muda sekitar 50 hst- 55 hst,. Jika umbi terasa lunak atau kurang padat pada saat di pegang, berarti umbi tersebut berasal dari tanaman yang tidak sehat dan terlalu tua saat dipanen.




.
                              Gambar bibit bawang merah yang telah siap tanam

         Keperluan benih bawang merah berkisar 0,8 � 1 ton/ha tergantung ukuran benih dan jarak tanam. Umbi bibit/benih dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu: umbi ukuran kecil 2,5 � 5 g, sedang 5 � 7,5 g dan besar > 7,5 g. Untuk benih/bibit ideal adalah yang ukuran sedang.. Umbi yang terlalu kecil akan mudah busuk jika ditanam, selain itu bibit yang berukuran kecil akan menghasilkan tanaman yang pertumbuhannya kurang baik dan mudah terserang penyakit. Umbi yang besar akan menghasilkan pertumbuhan yang cepat dan sehat namun harganya jauh lebih mahal.


 PENANAMAN BAWANG MERAH 

         Sebelum ditanam, kulit luar benih yang mengering dan sisa-sisa akarnya harus dibuang. Untuk semua umbi yang belum bertunas maupun yang sudah bertunas ,bagian ujung umbi harus  dipotong dengan pisau kurang lebih 1/3 � 1/4 bagian dari panjang umbi bila ditanam pada musim kemarau.,Pada waktu musim penghujan bagaian ujung harus dipotong kurang lebih 1/5 � 1/6 , agar tidak tertimbun tanah bila terjadi hujan setelah tanam. Untuk bibit yang sudah kawak (usia bibit diatas 4 bulan,)bagian ujung  tidak perlu dipotong.

         Apabila bibit/benih ditanam dimusim kemarau ujung bibit tetap harus dipotong. Tujuan dilakukan pemotongan adalah agar umbi tumbuh merata, merangsang tumbuhnya tunas,  mempercepat tumbuhnya tanaman, merangsang tumbuhnya umbi samping atau anakan. Sebelum umbi ditanam, luka bekas pemotongan harus ditiriskan/dikeringkan terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya pembusukan.

         Bedengan dialiri air kira-kira � dari tinggi bedengan agar bibit dapat  dibenamkan 2/3, apabila terlalu dalam akan mudah tertimbun tanah bila terkena hujan dan mengalami pembusukan serta  tanah yang menutupinya akan menghambat pertumbuhan tanaman. Jarak tanam 15 x 15 cm atau 15 x 20 cm. untuk tanam bawang merah tanpa mulsa bisa dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=8fMYDCYeQYs

         Penyemprotan herbisida pra-tumbuh/ obat suket  sebaiknya dilakukan sebelum tanam atau maksimal 1 hari setelah tanam dengan menggunakan herbisida berbahan aktif  Oksifluerfen( goal atau golma)  dengan dosis 25 cc � 30 cc per 17 liter/tangki semprot.



                         Tampak penanaman bawang merah dengan jarak 15 x 15 cm.


, PEMUPUKAN BAWANG MERAH

Pupuk  Dasar
Pupuk dasar telah dilakukan pada pengolahan lahan diatas.
Pupuk Susulan
        Pemupukan dilakukan setelah pendangiran atau pembersihan gulma, pemberian pupuk diberikan disela tanaman dengan membuat larikan atau dibuat lubang /ditugal , pupuk dicampur dan diaduk merata.
  1. Pemupukan pertama :  (7 hari setelah tanam/ tinggi daun bawang merah mencapai 4cm), Komposisi pupuk: NPK 21O kg/ha, KCL sebanyak 150 kg/ha dan furadan 7- 10 kg/ha.
  2. Pemupukan kedua :  (21 hari setelah tanam), komposisi pupuk: NPK 175 kg/ha,KCL 100 kg/ha dan ZKplus 210 kg/ha 
  3.   Pemupukan ketiga :  (28 hari setelah tanam) komposisi pupuk NPK 70 kg/ha,ZKplus 240 kg/ha

.

                         Gb.tanaman bawang merah usia 21 hst

PEMELIHARAAN TANAMAN BAWANG MERAH

       Penyiangan dan pembersihan gulma dilakukan minimal 3 kali yakni 2 minggu, 4 mnggu dan 6 minggu setelah tanam.

       Penyiraman tidak perlu dilakukan pada musim penghujan .Apabila tidak turun hujan 7 hari atau apabila bedengan terlihat kering, penyiraman dapat dilakukan pada bedengan langsung atau sistem leb ( penggenangan parit.).
Penyiraman dihentikan 7 hari sebelum panen.


 HAMA DAN PENYAKIT BAWANG MERAH

Hama
  • Ulat grayak (Spodoptera litura) penyemprotan dengan insektisida berbahan aktif  klorfenapir, tiodikarb. Betasiflutrin.
  • Ulat Bawang (Spodoptera exigua Hubn) penyemprotan dengan insektisida berbahan aktif pfofenofos, betasiflutrin, tiodikarb, karbofuran.
  • Lalat Pengorok Daun (Liriomyza chinencis) penyemprotan pestisida berbahan aktif abamectin, tiodikarb
  • Trips (Thrips tabaci Lind dan Thrips pasvisipunus Karny) pengendalian dengan insektisida efektif yang berbahan aktif abamektin
Penyakit
  • Busuk daun (Phythopthora Infestans)
  • Layu bakteri (Pseudomonas  solanacearum)
  • Antraknosa (Collectrotichum gloeospoiroides)
  • Bercak Ungu/Trotol (Alternaria porri)
  • Layu Fusarium (Fusarium oxysporum )
       Pengendalian penyakit ini disemprot  dengan fungisida berbahan aktif  Mankozeb, Kasugamisin hidroklorida,, Oksitetrasiklin,Klorotalonil,Propinep, Iprodion,Benomil, Difenokonazanol.                                      Untuk penyemprotan dilakukan interval 3 hari � 1 hari, melihat kondisi cuaca dan serangan hama/penyakit.Untuk insektisida sebaiknya penggunaannya dirolling agar hama tidak kebal.


PEMANENAN BAWANG MERAH

        Waktu panen sebaiknya saat cuaca cerah atau apabila daun bawang merah sudah tiris/kering dari embun dan air hujan, ini memudahkan proses pengeringan agar buah tidak menjadi busuk. Tanaman bawang merah dapat dipanen antara umur 56 � 70 hst.melihat kondisi tanaman dan varietas itu sendiri 

.Ciri - ciri  bawang merah siap panen :
Daun mulai menguning dan ujung daun kering.
Tanaman  85 % rebah.
 Pangkal daun/ ujung umbi mengecil dan gembos/ kosong.
Umbi merekah keluar dan kulit umbi sudah terbentuk (berwarna merah) .
     



       

                         Gb.tanaman bawang merah siap panen dan hasil panen

Demikian tentang  cara  menanam / budidaya bawang merah musim hujan.
Semoga  bermanfaat
  Artikel terkait :
 ''cara memilih bibit bawang merah''





Senin, 21 Mei 2012

Cara memilih bibit bawang merah



       
           Pemilihan bibit bawang merah adalah langkah awal bagi anda untuk memulai proses budidaya bawang merah. Pemilihan bibit bawang merah yang tepat dapat memudahkan perawatan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta membantu penentuan hasil panen. Anda diharapkan dapat menentukan bibit bawang merah yang sehat, tahan terhadap cuaca,serta tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Tidak mudah memang, namun dengan mengetahui jenis dan cara-cara pemilihan yang tepat, saya percaya anda dapat berhasil dalam penanaman bawang merah.

Jenis-Jenis Bawang Merah
Ada beberapa jenis bawang merah yang ditanam di jawa, antara lain: 

1.       BAUJI/ LOKAL



           

Mungkin, bagi beberapa orang, jenis ini sudah tidak asing lagi, tapi disini saya akan menjelaskan lebih lanjut mengenai Bauji. Jenis Bauji mempunyai kelebihan yaitu tahan terhadap air. Jenis ini cocok ditanam pada waktu musim penghujan.Ciri-ciri dari Bauji antara lain:
         Kulit daun agak tipis
         Bentuk buah lonjong/oval
         Kulit buah tipis
         Daging buah renyah
         Potensi hasil  panen 7-10 ton/ hektar
  

2.       THAILAND




               
Jenis bawang merah yang satu ini mempunyai  kelebihan pada potensi hasil panen nya yang tinggi. Namun, jenis ini kurang tahan terhadap air, maka cocok ditanam pada musim kemarau. Ciri-ciri dari bawang merah jenis Thailand ini antara lain:
         Kulit daun tebal,
         Bentuk buah bulat ,
         Kulit buah tebal,
         Daging buah agak keras,
         Potensi hasil  14 -21 ton/hektar


3.       PHILIP CROSS

Philip Cross mempunyai kelebihan pada potensi hasil panen nya yang tinggi, sama dengan Thailand. Tetapi Philip Cross tidak tahan terhadap air. Jenis ini cocok untuk di tanam pada musim kemarau. Ciri-ciri nya antara lain:
         Daun besar dan tebal
         Bentuk buah bulat
         Kulit buah sedang
         Daging buah renyah
         Potensi hasil 14-18 ton/hectare


Trik Pemilihan Bibit Bawang Merah

                Untuk mencapai hasil yang maksimal, maka anda harus memperhatikan pemilihan bibit yang tepat. Berikut ini, saya akan membagi trik pemilihan bibit bawang merah yang tepat.
  •  Bila musim penghujan, pilih jenis Bauji/ Lokal, untuk lebih jelasnya lihat di https://www.youtube.com/watch?v=CHyjlKLmd8U , sedangkan untuk musim kemarau pilih jenis Thailand.
  •   Penampilan umbi bibit harus sehat, bernas (padat, tidak keriput) warnanya agak pudar/ kawak (kehitam hitaman)


.
         
   


  •  Tunas umbi bibit sudah kelihatan hijau bila di potong . Lihat pada gambar di bawah



.



  •  Umbi bibit dapat ditanam bila telah disimpan minimal 2 bulan setelah panen untuk jenis Bauji/lokal,dan minimal 3 bulan untuk jenis Thailand
  • Ada tiga ukuran untuk umbi bibit yaitu:
-          Umbi bibit besar (diameter  > 1,8 cm atau >10 g)
-          Umbi bibit sedang (diameter 1,5-1,8 cm atau 5-10g)
-          Umbi bibit kecil  (diameter  1,5 cm atau <5 g)
   Secara umum kualitas umbi yang baik untuk bibit adalah yang berukuran sedang. Umbi bibit berukuran sedang merupakan umbi ganda, rata rata terdiri dari 2 siung umbi. Untuk umbi bibit yang besar rata rata terdiri dari 3 siung  umbi.

Berikut gambar  pertumbuhan bawang merah jenis bibit  umbi ukuran sedang


.


   Umbi bibit yang besar dapat menyediakan cadangan makanan yang banyak untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya di lahan.Umbi bibit besar akan tumbuh lebih vigor, menghasilkan daun lebih panjang dan berdiameter lebih luas. Namun bila dihitung berdasarkan dari berat bibit, maka harga umbi bibit berukuran besar lebih mahal, sehingga umumnya petani menggunakan umbi bibit berukuran sedang. Untuk umbi bibit ukuran kecil akan lemah pertumbuhanya, daun daunnya yang kecil tidak kokoh  dan mudah terserang hama dan penyakit.

   Dan itulah trik pemilihan bibit bawang merah yang dapat saya tulis di post saat ini dan tunggu posting saya berikutnya. Saya sangat berharap trik-trik di atas dapat bermanfaat bagi pembaca semua.
artikel terkait  :
CARA MENYIMPAN BAWANG MERAH UNTUK BIBIT
 CARA MENANAM BAWANG MERAH DIMUSIM PENGHUJAN